Ikhlaskah aku??

Standard

 Ikhlaskah aku?

 
 

 

Soalan ini tiba-tiba tertancap di kepalaku sejak kemalasan yang menimpa untuk terus meng’update’ blog ini…Mungkin inilah salah satu punca yang Allah ingin tunjukkan mengapa diri ini banyak memberi alasan ketika tergerak hati untuk mengupdate blog ini.

 

 

Antara alasan yang menjadi hambatan ketika terniat nak update blog ini,

Nantilah, idea sekarang ni takde.

Hish, masa tengah ada idea ni…laptop takde pulak..

 

Buat apa la nak update blog ini, bukan ada orang baca pun..

dan pelbagai lagi alasan-alasan yang tak terfikir pada waktu ini…:)

 

InsyaAllah..kita kini berbicara tentang ikhlas…Apa itu ikhlas? Adakah ia sekadar sebuah ucapan di bibir-bibir orang yang mengatakan dirinya ikhlas? Jawapannya tidak…kerana ikhlas ini berlaku dalam hati(senang cerita niat dalam hati)..Maka sudah semestinya keikhlasan seseorang hanya diketahui oleh dirinya sendiri dan pemilik diri tersebut yakni Allah S.W.T. yang mengetahui segala apa yang terlintas di benak hati kita pada setiap masa dan ketika.
Jadi, macam mana nak tahu seorang itu ikhlas atau tidak? Tak payah nak tahulah..itu urusannya dengan Allah..yang penting lebih baik kita sentiasa mengingatkan saudara-saudara seIslam kita supaya sentiasa mengikhlaskan niat setiap masa dan ketika.

Antara cara untuk kita mengingatkan saudara kita adalah dengan menyuruhnya mentajdid(memperbaharui niat) apabila dia melakukan sesuatu perkara tidak kiralah pada bila-bila masapun sama ada pada awalnya, akhirnya atau pertengahannya.

Antara yang menarik pada program-program di Mesir ini, peringatan supaya mentajdid niat ini sentiasa berlaku tidak kira pada permulaan program hingga ke akhirnya…Hal ini penting kerana niat sesorang itu mudah berubah-ubah.

Jadi, apa itu ikhlas? (Tak jawab soalan lagi ini)

 

Sekadar gambar hiasan

  

 

Jadi bagi menjawab pertanyaan di atas, ana sertakan di bawah ini tulisan KH Abdullah Gymnastiar, seorang ulama di Indonesia..moga-moga membantu kita memahami makna ikhlas yang sebenarnya dan cuba mengamalkannya dalam setiap perlakuan kita…

 

 

 

 

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas. karena betapapun kita melakukan sesuatu hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis tenaga dan terkuras pikiran, kalau tidak ikhlas melakukannya, tidak akan ada nilainya di hadapan Allah. Bertempur melawan musuh, tapi kalau hanya ingin disebut sebagai pahlawan, ia tidak memiliki nilai apapun. Menafkahkan seluruh harta kalau hanya ingin disebut sebagai dermawan, ia pun tidak akan memiliki nilai apapun. Mengumandangkan adzan setiap waktu shalat, tapi selama adzan bukan Allah yang dituju, hanya sekedar ingin memamerkan keindahan suara supaya menjadi juara adzan atau menggetarkan hati seseorang, maka itu hanya teriakan-teriakan yang tidak bernilai di hadapan Allah, tidak bernilai
!

 

Ikhlas, terletak pada niat hati. Luar biasa sekali pentingnya niat ini, karena niat adalah pengikat amal. Orang-orang yang tidak pernah memperhatikan niat yang ada di dalam hatinya, siap-siaplah untuk membuang waktu, tenaga, dan harta dengan tiada arti. Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna
.

 

Apakah ikhlas itu? Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang dapat ia lakukan. Konsentrasi orang yang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT. Jadi ketika sedang memasukan uang ke dalam kotak infaq, maka fokus pikiran kita tidak ke kiri dan ke kanan, tapi pikiran kita terfokus bagaimana agar uang yang dinafkahkan itu diterima di sisi Allah
.

 

Apapun yang dilakukan kalau konsentrasi kita hanya kepada Allah, itulah ikhlas. Seperti yang dikatakan Imam Ali bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah. Seorang pembicara yang tulus tidak perlu merekayasa kata-kata agar penuh pesona, tapi ia akan mengupayakan setiap kata yang diucapkan benar-benar menjadi kata yang disukai oleh Allah. Bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bisa dipertanggungjawabkan artinya. Selebihnya terserah Allah. Kalau ikhlas walaupun sederhana kata-kata kita, Allah-lah yang kuasa menghujamkannya kepada setiap qalbu
.

 

Oleh karena itu, jangan terjebak oleh rekayasa-rekayasa. Allah sama sekali tidak membutuhkan rekayasa apapun dari manusia. Allah Mahatahu segala lintasan hati, Mahatahu segalanya! Makin bening, makin bersih, semuanya semata-mata karena Allah, maka kekuatan Allah yang akan menolong segalanya
.

 

Buah apa yang didapat dari seorang hamba yang ikhlas itu? Seorang hamba yang ikhlas akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin. Betapa tidak? Karena ia tidak diperbudak oleh penantian untuk mendapatkan pujian, penghargaan, dan imbalan. Kita tahu bahwa penantian adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Begitu pula menunggu diberi pujian, juga menjadi sesuatu yang tidak nyaman. Lebih getir lagi kalau yang kita lakukan ternyata tidak dipuji, pasti kita akan kecewa
.

 

Tapi bagi seorang hamba yang ikhlas, ia tidak akan pernah mengharapkan apapun dari siapapun, karena kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari apa yang bisa dipersembahkan. Jadi kalau saudara mengepel lantai dan di dalam hati mengharap pujian, tidak usah heran jikalau nanti yang datang justru malah cibiran
.

 

Tidak usah heran pula kalau kita tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup ini. Orang yang tidak ikhlas akan banyak tersinggung dan terkecewakan karena ia memang terlalu banyak berharap. Karenanya biasakanlah kalau sudah berbuat sesuatu, kita lupakan perbuatan itu. Kita titipkan saja di sisi Allah yang pasti aman. Jangan pula disebut-sebut, diingat-ingat, nanti malah berkurang pahalanya
.

 

Lalu, dimanakah letak kekuatan hamba-hamba Allah yang ikhlas? Seorang hamba yang ikhlas akan memiliki kekuatan ruhiyah yang besar. Ia seakan-akan menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seorang hamba Allah dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta gerak-gerik perilakunya. Kita akan merasa aman bergaul dengan orang yang ikhlas. Kita tidak curiga akan ditipu, kita tidak curiga akan dikecoh olehnya. Dia benar-benar bening dari berbuat rekayasa. Setiap tumpahan kata-kata dan perilakunya tidak ada yang tersembunyi. Semua itu ia lakukan tanpa mengharap apapun dari orang yang dihadapinya, yang ia harapakan hanyalah memberikan yang terbaik untuk siapapun
.

 

Sungguh akan nikmat bila bergaul dengan seorang hamba yang ikhlas. Setiap kata-katanya tiudak akan bagai pisau yang akan mengiris hati. Perilakunya pun tidak akan menyudutkan dan menyempitkan diri. Tidak usah heran jikalau orang ikhlas itu punya daya gugah dan daya ubah yang begitu dahsyat.

p/s: Maaf kalau susah nak faham. Sengaja tak nak edit bagi mengelakkan kesedapan bahasa penyampainya dikurangkan oleh bahasa penulis sendiri..

Ya Allah, ikhlaskanlah niatku dalam setiap urusan yang ku lakukan..Ameen.
 
 

 
 

 

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Google photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s